<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Galih Hermawan on The Net &#187; atasan</title>
	<atom:link href="http://galih.eu/tag/atasan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://galih.eu</link>
	<description>Seorang hamba Allah ta'ala, naib Rasulullah Muhammad saw., dan pewaris kitabullah AlQur'an</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Oct 2011 16:42:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Menyayangi atasan dan bawahan</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/20/menyayangi-atasan-dan-bawahan/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/20/menyayangi-atasan-dan-bawahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 16:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[atasan]]></category>
		<category><![CDATA[bawahan]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini (30 Januari 2008) semua dosen2 di kampusku pada pertemuan dengan para pejabat2 di lingkungan kampus. Btw, setelah berjalan sekian lama dari pertemuan ini dengan suasana di auditorium (semacam aula pertemuan), saya sempat teringat hadits Rasulullah Muhammad SAW, yang menerangkan tentang sempurnanya iman seseorang apabila dia berbuat baik (yaitu menyayangi) atasan, begitu juga bawahan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini (30 Januari 2008) semua dosen2 di kampusku pada pertemuan dengan para pejabat2 di lingkungan kampus.</p>
<p>Btw, setelah berjalan sekian lama dari pertemuan ini dengan suasana di auditorium (semacam aula pertemuan), saya sempat teringat hadits Rasulullah Muhammad SAW, yang menerangkan tentang <span style="color: #3333ff;">sempurnanya iman seseorang apabila dia berbuat baik (yaitu menyayangi) <a href="http://galih.eu/tag/atasan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with atasan">atasan</a>, begitu juga <a href="http://galih.eu/tag/bawahan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with bawahan">bawahan</a></span>. Mohon maaf kalau saya tidak hafal matan (isi) hadits lengkapnya.</p>
<p>Setelah salah satu pejabat berbicara di podium <span class="fullpost">(mimbar untuk pidato), beberapa orang yang ikut pertemuan sebagai pendengar acap kali mengeluarkan suara2 yang tidak enak didengar telinga, kalau bahasa jawanya &#8220;<span style="font-style: italic; color: #cc0000;">clometan</span>&#8220;.</p>
<p>Memang susah sekali menghargai atau mendengarkan perkataan orang lain, belum selesai seseorang tersebut menyelesaikan perkataannya, sudah banyak yang motong pembicaraan.<br />
Memang benar, mendengar ini adalah &#8220;<span style="font-style: italic; color: #cc0000;">ilmu wali</span>&#8220;.</span></p>
<p><span class="fullpost"><span id="more-79"></span>Berkaitan dengan hadits Nabi yang saya ambil hikmahnya, sebagai seorang bawahan, kita ingin agar semua keluhan dan permintaan kita didengarkan, bahkan dipenuhi.<br />
Sedangkan sebagai atasan, kita ingin agar setiap perkataan atau perintah kita ditaati.</p>
<p>Tantangan sebagai bawahan adalah bagaimana kita belajar mentaati pimpinan selama perintah dia tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, dan berani menegur atau menyampaikan pendapat pada atasan secara langsung, dengan baik, dan tanpa mencela. Bagaimanakah kalau posisi kita sebagai atasan? Apakah siap ditegur atau tidak ditaati perintah kita?</p>
<p>Tantangan sebagai atasan adalah bagaimana kita belajar memahami bawahan, baik itu keperluannya maupun cara berfikirnya. Pernahkah kita berfikir ketika membuat keputusan, apakah ini sudah sesuai dengan kondisi bawahan kita? Ataukah pokoknya perintah saya harus ditaati? Sebagai bawahan, apakah kita siap seandainya apa yang kita inginkan tidak dipenuhi oleh pimpinan?</p>
<p>Siapapun kita, dalam posisi sebagai atasan atau bawahan, bayangkan kalau kita sedang berbicara ada orang yang tiba2 memotong pembicaraan kita&#8230; marahkah kita atau sabar?<br />
Kalau pendapat kita tidak didengar atau bahkan dikritik, siapkah kita menerimanya?</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #33cc00;">Kalau tidak mau dicubit jangan mencubit!</span></p>
<p>Semua orang adalah pemimpin, minimal adalah sebagai pemimpin buat dirinya sendiri, keluarga, dan lain sebagainya.</p>
<p>Sebagai seorang atasan, marilah kita belajar mendengar suara bawahan, kita gauli mereka dengan baik, supaya kita paham kehendak mereka. Sedangkan sebagai bawahan, mari kita belajar memahami betapa besar tanggung jawab seorang atasan dalam setiap pengambilan keputusan, mari kita bantu supaya bisa menjadi lebih baik. Belum tentu kalau Allah SWT pilih kita sebagai atasan, kita bisa lebih baik dari atasan kita saat ini.</p>
<p><span style="color: #006600; font-size: 85%;">Sesungguhnya hanya kepada Allah SWT saja tempat memohon dan mengadu. Dan hanya Allah SWT sajalah yang mampu memahami kita sebagai hamba-Nya.</span></span></p>
<p>-</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/menyayangi-atasan-dan-bawahan.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/menyayangi-atasan-dan-bawahan.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=79&type=feed" alt="" />
	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/07/topik-pertama/" title="Topik Pertama (7 February 09)">Topik Pertama</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/20/menyayangi-atasan-dan-bawahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

