<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Galih Hermawan on The Net &#187; kisah</title>
	<atom:link href="http://galih.eu/tag/kisah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://galih.eu</link>
	<description>Seorang hamba Allah ta'ala, naib Rasulullah Muhammad saw., dan pewaris kitabullah AlQur'an</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Oct 2011 16:42:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Saudara muslim Australia bercerita</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 05:23:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Namhmaduhu wa nusholli wa nusallimu &#8216;alaa rasulihil kariim. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ta&#8217;ala, satu-satunya Dzat yang berhak dimintai pertolongan dan satu-satunya Dzat yang bisa memberi pertolongan pada hamba-hamba -Nya. Pada hari kamis, ahad yang lalu, tepatnya tanggal 28 Agustus 2008, di Masjid Al Madinah, jl. depok no. 2A, Antapani &#8211; Bandung, di masjid kedatangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Namhmaduhu wa nusholli wa nusallimu &#8216;alaa rasulihil kariim.</p>
<p>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ta&#8217;ala, satu-satunya Dzat yang berhak dimintai pertolongan dan satu-satunya Dzat yang bisa memberi pertolongan pada hamba-hamba -Nya.</p>
<p>Pada hari kamis, ahad yang lalu, tepatnya tanggal 28 Agustus 2008, di Masjid Al Madinah, jl. depok no. 2A, Antapani &#8211; Bandung, di masjid kedatangan tamu-tamu saudara kita semuslim dari <a href="http://galih.eu/tag/australia/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with australia">Australia</a>.</p>
<p>Beliau adalah bule asli, seorang mualaf sejak 9-10 tahun yang lalu.<br />
Seusai sholat maghrib berjama&#8217;ah, beliau banyak bercerita tentang kebesaran sifat-sifat Allah ta&#8217;ala yang mulia, pentingnya menghidupkan sunnah baginda Rasulullah Muhammad saw. , kemudan bercerita perkembangan da&#8217;wah <a href="http://galih.eu/tag/islam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam">Islam</a> di negeri kangguru tersebut, dan dilanjutkan dengan <a href="http://galih.eu/tag/kisah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with kisah">kisah</a> beliau masuk Islam.</p>
<p><span id="more-115"></span>Perkembangan da&#8217;wah di Australia Alhamdulillah semakin pesat atas karunia Allah ta&#8217;ala. Yang dulunya ketika awal-awal ummat Islam memasuki Australia hanya segelintir orang saja. Untuk mendirikan sholat berjama&#8217;ah saja susahnya bukan main, bahkan masjid waktu itu cuma satu bangunan saja.</p>
<p>Bahkan, beliau bercerita, sholat Jum&#8217;at yang sama-sama kita ketahui adalah sholat yang dikerjakan pada hari Jum&#8217;at, tidak bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya. Saudara-saudara kita ummat Islam waktu itu mendirikan sholat Jum&#8217;at pada hari Ahad, dikarenakan hari itu adalah satu-satunya hari libur kerja. Allahu Akbar. Mirip sekali dengan kondisi awal di negara-negara Eropa.</p>
<p>Selanjutnya dengan adanya pertolongan Allah ta&#8217;ala, mulai muncullah risau dan fikir bagaimana supaya ummat Islam di Australia bisa mengamalkan agama Islam dengan sebaik mungkin, sehingga dengan pengorbanan harta, diri, dan waktu sendiri, saudara-saudara kita Australia mulai buat da&#8217;wah Ilallah. Sehingga sampai waktu ini, Allah ta&#8217;ala kasih karunia dengan jumlah ummat Islam yang semakin besar, jumlah bangunan-bangunan Masjid sampai ratusan buah. Allahu Akbar.</p>
<p>Kemudian beliau cerita tentang kisah beliau sampai mendapatkan hidayah dari Allah ta&#8217;ala.</p>
<p>Beliau dalam keseharian pekerjaannya sering bertemu dengan seorang muslim dari Indonesia, dimana dia ini subhanallah atas karunia Allah ta&#8217;ala senantiasa mengamalkan sunnah dalam kehidupan kesehariannya, tidak terkesan dengan lingkungan Australia yang mayoritas adalah non Muslim.</p>
<p>Beberapa contoh adalah, ketika aktivitas makan dan minum. Baginda Nabi Muhammad saw. mengajarkan pada kita agar makan dengan duduk di lantai, menggunakan tangan kanan (tanpa sendok), menggunakan 3 jari dan ketika minum juga tidak boleh berdiri, pakai tangan kanan, dan meminum secara pelan2 selama 3x awal, baru diteguk seluruhnya. Nah, beliau orang Australia ini seringkali menemukan kejanggalan dalam setiap aktivitas orang Indonesia ini. Ketika ada acara Standing Party, dimana semua orang makan dan minum dengan berdiri, tetapi orang Muslim Indonesia ini dengan teguhnya mengamalkan sunnah dalam makan dan minum, dikenal dengan adab makan. Sehingga, saudara kita Australia ini terheran-heran, &#8220;Apa maksudnya orang ini?&#8221; kata beliau.</p>
<p>La Ilaha Illallah. Di situlah mulai Allah ta&#8217;ala tanamkan getaran-getaran jiwa dalam hati orang Australia ini. Semakin hari semakin banyak dilihat aktivitas-aktivitas keseharian ini kok banyak sekali yang bertentangan dengan keseharian orang2 non muslim di sini? Memang perintah Allah ta&#8217;ala dan Rasul-Nya adalah kita jangan sama dengan orang2 kafir, kita harus menyelisihinya.</p>
<p>Bahkan ketika suatu saat datang seseorang dengan berpakaian seperti pengkut Music PUNK, rambuat dibuat meruncing ke atas, anting2 sebanyak puluhan ditindik dari hidung nyambung ke telinga, pakaian yang mirip orang2 punk, subhanallah, maka mata orang2 melihat ke arah si Punk tersebut, namun sesaat kemudian lewatlah saudara muslim Indonesia ini dengan menggunakan baju sunnah, jenggot panjang, menggunakan kopyah, sehingga orang2 bule yang tadinya melihat si Punk ini menjadi berubah melihati orang Indonesia ini.</p>
<p>Saudara kita Australia ini menceritakan, bahwa waktu benar2 menjadi suatu daya tarik yang sangat kuat sekali buat orang2 non muslim, hati sangat bergetar ketika melihat orang Muslim Indonesia ini mengamalkan sunnah.</p>
<p>Begitu juga ketika orang Australia ini sering berdiskusi dengan orang Indonesia ini. Banyak bercerita sebab2 apa kok di melakukan aktivitas yang nyleneh2 tersebut? Bahkan mulai dari adab buang air kecil, buang air besar, tidur, dan semuanya, telah diceritakan pada orang Australia ini. Subhanallah. Bahkan beberapa lama sebelum beliau masuk Islam, beliau begitu lama mengamalkan sunnah ini dikarenakan manfaat2 duniawi yang dia rasakan khususnya di bidang kesehatan. Bagiamana dengan kita orang Islam?</p>
<p>Pernah sekali beliau meninggalkan beberapa sunnah yang biasa dia amalkan, malahan badannya terasa aneh, seperti tidak nyaman. Ada saja sesuatu yang tidak enak dirasa ketika satu sunnah ditinggalkan. &#8220;Pasti ada sesuatu yang dahsyat dengan amalan ini!&#8221;, kata beliau.</p>
<p>Namun waktu itu beliau masih malu untuk masuk Islam, dikarenakan takut dianggap orang gila sama warga di sana. Beliau mengatakan, orang2 Australia semuanya mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali satu Tuhan, yaitu Allah ta&#8217;ala. Namun mereka menolak kalau hidupnya dijalankan atas dasar agama. Sehingga semua orang beragama, baik muslim maupun lainnya dianggap orang2 gila saja.</p>
<p>Ketika itu memang teman wanita yang hidup serumah ketika melihat amalan2 sunnah di kamar mandi ikut tercengang dengan tingkah laku si laki2 Australia ini, Alhamdulillah setelah buat da&#8217;wah, Allah ta&#8217;ala kasih hidayah juga pada perempuan ini. Akhirnya saudara kita Australia ini pun menikahi teman wanita yang pada masa jahiliyah ini sering tinggal bersama. Allahu Akbar.</p>
<p>Pesan beliau, khususnya pada orang2 muslim Indonesia, hidupkan amalan sunnah, janganlah kalian malu dan ragu dalam mengamalkan sunnah. Insya Allah, akan ada kejayaan dibaliknya. Dan yakinkan semua orang Muslim akan tergerak hatinya, bahkan orang2 non muslim pun akan tergetar hatinya apabila kita ummat Islam menegakkan sunnah dengan sebaik-baiknya.<br />
Demikian sedikit cerita dari saudara muslim kita dari Australia, masya Allah, malu sekali kita orang Islam yang seudah lama memeluk agama Islam, namun begitu banyak amalan2 agama, sunnah yang tidak kita amalkan, bahkan kita tinggalkan.</p>
<p>Mari sama2 kita perbaiki iman dan amal sholih kita dengan belajar mengorbankan harta, diri, dan waktu sendiri untuk agama Allah.</p>
<p>Di awal bulan Ramadhan 1429 H ini, mari sama2 kita memaafkan kesalahan saudara2 kita, dan kita mohon maaf pada setiap orang. Mudah2an Allah ta&#8217;ala menetapkan hidayah-Nya pada kita semua. Amiin.</p>
<p>-</p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/09/saudara-muslim-australia-bercerita.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/09/saudara-muslim-australia-bercerita.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=115&type=feed" alt="" />
	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/ebook-ayat-ayat-cinta/" title="EBook Ayat-Ayat Cinta (23 February 09)">EBook Ayat-Ayat Cinta</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>EBook Ayat-Ayat Cinta</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/23/ebook-ayat-ayat-cinta/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/23/ebook-ayat-ayat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 02:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ayat-ayat cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya buku (paper print version) mengenai novel ini sudah lama, kalau tidak salah 4-5 tahun ke belakang. Sedangkan filmnya baru dibuat sekarang2 ini. Untuk filmnya memang saya belum melihatnya, namun ebook-nya saya baru membaca sekilas. Sebenarnya tidak ada sedikitpun rasa ingin membacanya, namun setelah muncul filmnya, saya jadi penasaran dengan cerita aslinya. Alhamdulillah di suatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya buku (<span style="font-style: italic;">paper print version</span>) mengenai <a href="http://galih.eu/tag/novel/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with novel">novel</a> ini sudah lama, kalau tidak salah 4-5 tahun ke belakang. Sedangkan filmnya baru dibuat sekarang2 ini.</p>
<p>Untuk filmnya memang saya belum melihatnya, namun ebook-nya saya baru membaca sekilas.<br />
Sebenarnya tidak ada sedikitpun rasa ingin membacanya, namun setelah muncul filmnya, saya jadi penasaran dengan cerita aslinya.</p>
<p>Alhamdulillah di suatu situs ebook ini sudah di-upload, so tinggal download saja.<br />
Saya sedikit membaca mengenai ebook ini baru 2 bab pertama saja.</p>
<p><span id="more-96"></span>Beberapa cerita yang terkesan adalah: <span class="fullpost"></p>
<ol>
<li><span style="font-weight: bold; color: #009900;"><a href="http://galih.eu/tag/kisah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with kisah">Kisah</a> ketahanan si Fahri saat taklim dengan syeikh Utsman, meskipun cuaca di Mesir sangat ekstrim.</span> Hal inilah salah satu yang menyebabkan derajat manusia itu melebihi derajat malaikat di sisi Allah SWT. Dengan hawa nafsu yang senantiasa menyelimuti, namun bisa dikalahkan untuk beramal sholih. Mudah2an dalam keadaan nyatanya pun kita bisa seperti itu. Amiin.</li>
<li><span style="font-weight: bold; color: #009900;">Dakwah Fahri di atas kendaraan umum (sejenis kereta)</span>. Hal ini sangat jarang sekali dilakukan oleh ummat <a href="http://galih.eu/tag/islam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam">Islam</a>. Di setiap tempat, keadaan, dan waktu membicarakan perkara agama <a href="http://galih.eu/tag/islam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam">Islam</a>. Baik itu kebesaran Allah SWT, kehidupan akherat, sifat mulia Rasulullah SAW dan para sahabat, dan lain-lain. Apalagi dengan sikap Fahri yang sabar thd sikap teguh orang2 Mesir. Mungkin tidak kita bisa sabar seperti itu dalam keadaan kita sekarang ini?</li>
<li><span style="font-weight: bold; color: #009900;">Maria, seorang warga Mesir beragama Kristen Koptik selama hidupnya, matinya dalam keadaan beriman dan Islam</span>. Kisah ini terdapat pada bab2 terakhir novel ini. Kisah terakhir inilah yang paling berkesan buat saya. Selama hidupnya, Maria ini tidak ada sedikitpun rasa buruk sangka atau benci terhadap ajaran Islam dan pemeluknya. Subhanallah, bahkan dia hafal bbrp surat2 dalam Al-Qur&#8217;an, dimana ummat Islam sendiripun masih banyak yang belum menghafalnya. Hal ini juga pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Si Maria ketika dalam keadaan koma sempat bermimpi mengenai surga, bagaimana ketia dia mau masuk ke salah satu pintu2 amal, dia tidak bisa memasukinya. Ketika mau memasuki pintu sholat, dia belum pernah sholat. Begitu juga pintu2 amal yang lain, seperti pintu puasa, zakat, dsb. Sehingga ketika bertemu Siti Maryam radhiallaahu &#8216;anha, dan mendapat nasehat supaya menjadikan Islam sebagai pegangannya. Sehingga sebelum kematian menjemputnya, si Maria ini ingin segera berwudhu dan bersyahadat, menyempurnakan imannya. Satu lagi yang berkesan adalah bahwa si Maria acap kali mencium harumnya surga. Begitu juga para sahabat dan orang2 sholih terdahulu pun pernah dan seringkali mengalaminya. Akhirnya si Maria wafat dalam keadaan Iman dan Islam.</li>
</ol>
<p>Ya Allah ya Arhamarraahimiin&#8230;. Bagaimana dengan nasib saya, nasib ummat sekarang?<br />
Akankah kami nantipun mati dalam keadaan Iman dan Islam yang sempurna?</p>
<p>Berapa banyak di antara manusia, yang semasa hidupnya beramal sholih, tapi di akhir kehidupannya dalam keadaan tidak beriman. Naudzubillahi min dzaalik.</p>
<p>Pada hari kamis kemarin 28 &#8211; 2 &#8211; 2008, ketika saya mengikuti pengajian, ada kabar duka, bahwa salah satu hamba Allah dan da&#8217;i &#8211; Nya insya Allah, telah berpulang ke rahmatullah. Yaitu saudara kita bapak <span style="font-weight: bold;">Gito Rollies</span> alias <span style="font-weight: bold;">Bangun Sugito</span>. Seketika itu juga di Masjid dipimpin Ustadz Nanang Maulana Ishaq, memimpin do&#8217;a&#8230; Subhanallah, do&#8217;a yang begitu menyentuh hati, hampir semua hadirin menangis&#8230; da&#8217;i Allah SWT telah dipanggil ke hadirat-Nya&#8230; Semuanya menangis, akankan saya nanti akan wafat dalam keadaan beriman, beramal sholih, atau sebaliknya?</p>
<p>Mari kita terus berusaha memperbaiki iman dan amal sholih kita, luangkanlah waktu kita untuk agama kita di sela-sela kesibukan dunia kita.</p>
<p><span style="color: #000099;">Mudah2an Allah SWT mematikan kita nanti dalam keadaan iman dan amal sempurna sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Amiin.</span><br />
</span><span class="fullpost"><br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong>DOWNLOAD EBOOKS</strong></span></p>
<pre style="margin-top: 0pt; display: inline;">Ukurannya: 800 kb
Tipe file: PDF
<span style="text-decoration: underline;">Link:</span> 

http://www.ziddu.com/download/3498740/novel_ayat_ayat_cinta-by-if.web.id.rar.html

http://www.uploadjockey.com/download/1823166/novel_ayat_ayat_cinta-by-if.web.id.rar

http://rapidshare.com/files/197216128/novel_ayat_ayat_cinta-by-if.web.id.rar

Sumber: <a href="http://if.web.id/ebooks-lain/novel-ayatayat-cinta-t187.0.html" target="_blank">http://if.web.id/ebooks-lain/novel-ayatayat-cinta-t187.0.html</a>

-</pre>
<p></span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/03/ebook-ayat-ayat-cinta.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/03/ebook-ayat-ayat-cinta.html</a></p></blockquote>
<p><span class="fullpost"></p>
<pre style="margin-top: 0pt; display: inline;"></pre>
<p></span></p>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=96&type=feed" alt="" />
	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/23/ebook-ayat-ayat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 01:57:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah dan Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini penulis paparkan kisah lain yang juga berkenaan dengan dampak positif taklim rumah. Sebuah keluarga, terdiri atas seorang suami, istri dan bbrp orang anaknya, menjalani hidup sebagaimana orang biasanya. Si suami sibuk bekerja untuk mencari nafkah, istri sebagai ibu rumah tangga, anak2nya pada sibuk sekolah. Sehingga akhirnya si bapak ini mendapat hidayah dari Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini penulis paparkan <a href="http://galih.eu/tag/kisah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with kisah">kisah</a> lain yang juga berkenaan dengan dampak positif taklim rumah.</p>
<p>Sebuah keluarga, terdiri atas seorang suami, istri dan bbrp orang anaknya, menjalani hidup sebagaimana orang biasanya.<br />
Si suami sibuk bekerja untuk mencari nafkah, istri sebagai ibu rumah tangga, anak2nya pada sibuk sekolah.</p>
<p>Sehingga akhirnya si bapak ini mendapat hidayah dari Allah SWT yang kemudian berlanjut ke istrinya untuk dapat menghidupkan amalan taklim rumah. Pada masa2 awal taklim, anak2 dalam keluarga ini merasa tidak betah, karena mungkin kebiasaan sehari-harinya kalau di rumah adalah bermain atau nonton TV. <span class="fullpost"></p>
<p>Kalau kita ingat bagaimana isi atau tayangan dalam2 televisi sudah begitu bebasnya, anak2 kecil banyak yang juga menonton tayangan2 yang tidak seharusnya ditonton. Tapi kita maklumi, tidak bisa menghilangkan suatu kebiasaan buruk secara 100% dalam jangka waktu singkat, perlu tahapan2 dan proses.</span></p>
<p><span class="fullpost"><span id="more-88"></span>Kedua orangtua ini tidak berputus asa, sambil berharap banyak pada Allah SWT agar anak2nya dijadikan anak2 yang sholih sholihah, kegiatan taklim tetap dibuat, bahkan setiap hari dengan waktu yang konsisten atau istiqomah, ketika semua keluarga sedang kumpul dan pada waktu luang atau santai, begitu juga si anak.</p>
<p>Semakin hari semakin banyak taklim, maka semakin banyak masuk ke diri keluarga ini mengenai berita2 akherat, bagaimana keadaan surga dan neraka, amal2 apa saja yang menyebabkan orang masuk ke dalamnya, keutamaan2 beramal, kisah2 Nabi dan sahabat terdahulu, dan informasi2 lain yang berkaitan dengan agama.</p>
<p><span style="color: #006600;">Kalau penulis ibaratkan, sebuah ruangan dengan 2 pintu. Dalam ruangan di isi dengan barang A. Kemudian pada saat itu juga dari sisi pintu lain di masukkan barang secara terus menerus tanpa henti, maka logikanya barang semula A akan semakin lama semakin terdorong keluar dari pintu sebelahnya.</p>
<p></span><span style="color: #009900;">Contoh lain, kalau kita punya ember dengan air dan kotoran2 di dalamnya, maka semakin banyak dan terus menerus kita tuangkan air ke dalam ember, maka kotoran akan semakin menaik, kemudian keluar dari ember.</span></p>
<p>Begitulah kisah dalam keluarga tersebut di atas, semakin banyak mendengarkan berita2 agama, maka secara otomatis keyakinan2 atau kebesaran2 benda2 dunia akan semakin keluar dari hati.</p>
<p>Nah, itulah yang terjadi pada diri si anak, lambat laun dengan adanya taklim tersebut, semakin wujud daripada pentingnya agama.<br />
Sehingga suatu saat, si anak ini mulai berkurang aktivitas nonton TV-nya, sampai tidak suka lagi menyia-nyiakan waktunya di depan TV.<br />
Orangtua anak tersebut bersyukur dengan keadaan itu, sehingga akhirnya si bapak berkata, &#8220;<span style="color: #000099;">Nak, sekarang kita kan jarang nonton TV, bagaimana kalau kita jual TV ini saja, selain nonton TV banyak waktu terbuang sia2, bisa lebih hemat listrik?</span>&#8220;.</p>
<p>Maka anak tersebut menjawab, &#8220;<span style="color: #000099;">Bapak dan ibu, kalau dijual ke orang lain, saya khawatir kita malah menjerumuskan orang lain tersebut ke dalam kesia-siaan TV ini, padahal kita kan sudah berhenti, nanti orang tersebut yang banyak lalainya</span>&#8220;. &#8220;<span style="color: #000099;">Mendingan disimpan aja pak sampai lusuh (rusak) tanpa harus ditonton.</span>&#8221;</p>
<p>Subhanallah, orangtua si anak ini bersyukur pada Allah SWT dan bangga tdh anaknya yang baru berusia kurang lebih 10 tahunan ini.<br />
Masih kecil sudah ada risau terhadap orang lain.</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #ff0000;">&#8212;-</span></p>
<p>Pembaca budiman, melalui kisah ini bukan berarti ada sifat larangan menonton atau memiliki TV. Namun alangkah lebih baik jika porsi waktu buat TV dikurangi dan porsi waktu buat amal agama ditambah.<br />
Inilah dampak taklim rumah yang cukup dahsyat, tanpa ada paksaan apapun, ALlah SWT sendiri yang merubahnya.<br />
Insya Allah kita siap amal dan sampaikan.</span></p>
<p><span class="fullpost">-</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/02/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/02/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=88&type=feed" alt="" />
	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/ebook-ayat-ayat-cinta/" title="EBook Ayat-Ayat Cinta (23 February 09)">EBook Ayat-Ayat Cinta</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/28/sakitkah-saya/" title="Sakitkah Saya? (28 February 09)">Sakitkah Saya?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/perjuangan-mendirikan-talim-rumah/" title="Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah (21 February 09)">Perjuangan Mendirikan Ta&#8217;lim Rumah</a> (1)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/23/perbaiki-akar-ranting-batang-dan-buah-akan-baik/" title="Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik (23 February 09)">Perbaiki Akar! Ranting, batang, dan buah akan baik</a> (0)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

