<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Galih Hermawan on The Net &#187; mencontek</title>
	<atom:link href="http://galih.eu/tag/mencontek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://galih.eu</link>
	<description>Seorang hamba Allah ta'ala, naib Rasulullah Muhammad saw., dan pewaris kitabullah AlQur'an</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Oct 2011 16:42:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Ciri khas orang mencontek</title>
		<link>http://galih.eu/2009/02/20/ciri-khas-orang-mencontek/</link>
		<comments>http://galih.eu/2009/02/20/ciri-khas-orang-mencontek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 16:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[mencontek]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galih.eu/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya topik ini cocoknya diletakkan di kategori apa ya? Bingung! Tips? bukan! Tutorial? bukan!&#8230; Terserah deh&#8230; Topik ini penulis buat karena kegiatan mencontek di kalangan pelajar kita sudah bukan sesuatu yang asing, dimana merupakan aktivitas curang yang sering terjadi ketika dalam kelas sedang berlangsung ujian, quis, ulangan, dan semacamnya. Seringnya penulis menjaga mahasiswa yang sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya topik ini cocoknya diletakkan di kategori apa ya? Bingung!</p>
<p>Tips? bukan! Tutorial? bukan!&#8230; Terserah deh&#8230; <img src='http://galih.eu/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-52 aligncenter" title="cheating" src="http://galih.eu/wp-content/uploads/2009/02/cheating1.jpg" alt="cheating" width="320" height="212" /></p>
<p>Topik ini penulis buat karena kegiatan <a href="http://galih.eu/tag/mencontek/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with mencontek">mencontek</a> di kalangan pelajar kita sudah bukan sesuatu yang asing, dimana merupakan aktivitas curang yang sering terjadi ketika dalam kelas sedang berlangsung ujian, quis, ulangan, dan semacamnya.</p>
<p>Seringnya penulis menjaga <a href="http://galih.eu/tag/mahasiswa/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with mahasiswa">mahasiswa</a> yang sedang ujian/quis, ditambah pengalaman penulis sebagai <a href="http://galih.eu/tag/mahasiswa/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with mahasiswa">mahasiswa</a>, secara tidak langsung aktivitas mencontek ini menjadi salah satu aktivitas yang dapat dengan mudah diterka/ditebak atau diketahui<span class="fullpost">.</span></p>
<p><span class="fullpost"><span id="more-74"></span><span style="font-weight: bold;">Berikut karakteristik mahasiswa yang sedang mencontek, dimana asumsi mencontek ini bisa dari <span style="color: #006600;">mencontek lembaran, kertas atau bahkan buku</span> yang berisi jawaban yang sudah disediakan. Bisa juga <span style="color: #006600;">mencontek dari kawannya</span> yang lain.</span></span></p>
<p><span style="color: #000099;">1. Duduknya gelisah</span></p>
<p>Pada dasarnya, setiap kegiatan yang tidak baik akan berdampak pada hati, yaitu muncul rasa gelisah dan takut kalau2 tingkah lakunya ketahuan.<br />
<span style="color: #000099;"><br />
2. Tengok sana tengok sini</span></p>
<p>Orang yang tidak optimis, dengan alasan apapun, akan selalu dan berusaha mengandalkan orang lain. Tidak percaya dengan kemampuan dia sendiri. Tentu saja harus tetap tawakal sama Allah SWT.<br />
<span style="color: #000099;"><br />
3. Kepala menunduk terus menerus (bisa juga ketiduran!)</span></p>
<p>Kepala menunduk terus menerus, bisa jadi di bawah si <a href="http://galih.eu/tag/siswa/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with siswa">siswa</a> tersebut ada contekan. Sehingga dia dengan tenangnya memindahkan tulisan jawaban dari sumber contekan ke kertas jawaban dia. Namun sekali lagi, bisa juga ketiduran karena ngantuk/stress.</p>
<p><span style="color: #000099;">4. Suka melihat ke arah dosen/guru/pengajar secara berkesinambungan</span></p>
<p>Siswa seperti ini sedang mencari-cari peluang dosen/guru/pengajarnya lengah. Jika lengah maka dia bersiap-siap untuk mencontek.<br />
Bisa juga si siswa sedang mencontek, karena takut ketahuan pengajarnya, dia sering melihat ke arah dosen. Memang sebenarnya, manfaat atau tujuannya apa sih kok ngeliatin wajah dosen? Jangan2 naksir! <img src='http://galih.eu/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Just kidding.<br />
<span style="color: #000099;"><br />
5. Ramai / berbicara secara kontinyu, dimana suasana kelas seharusnya dalam keadaan tenang</span></p>
<p>Kalau siswa sedang gugup, mau menjawab sendiri dia tidak bisa, dia akan mencoba bertanya pada kawannya. Sementara kawannya juga sedang sibuk mengerjakan ujian serta takut ketahuan memberi contekan pada kawannya, kadang si siswa banyak diam. Nah, si pencontek dengan gigihnya mencari perhatian si kawan yang mau dia contek jawabannya, sambil terus-menerus memanggil namanya. Ramai deh kalau semua siswa kyak gitu.</p>
<p><span style="color: #000099;">6. Terlalu diam (hampir tidak bergerak)</span></p>
<p>Diam yang terus-terusan bahkan hampir tidak bergerak, kemungkinan dia dengan asyik atau tenangnya mencontek. Sebenarnya normal2 saja, tidak usah terlalu kaku atau tegang.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Baiklah, sekarang kita bahas sedikit dampak dari kebiasaan mencontek dalam jangkan panjang si siswa tersebut:</span></p>
<p><span style="color: #000099;">1. Tidak mandiri / Suka bergantung pada orang lain</span></p>
<p>Suka mencontek berarti dia selalu bergantung pada orang lain, termasuk buku atau referensi.<br />
Seandainya orang ini kelak dewasa dan bekerja, dia akan susah kalau kerjanya mandiri, karena harus ditemani, ada pembimbing. Sedangkan kalau kerjanya kelompok, dia hanya bisa mengandalkan orang lain.</p>
<p>Bayangkan kalau mahasiswa tersebut dalam nilai yang bagus pada suatu mata kuliah, namun ketika menghadapi dunia nyata (alias pekerjaan) dia tidak bisa apa2! Akan memalukan dirinya sendiri, tentu saja almamaternya.</p>
<p><span style="color: #000099;">2. Mudah putus asa / mudah menyerah</span></p>
<p>Orang yang suka bergantung pada orang lain akan kebingungan saat tidak ada satu orangpun yang bisa menolongnya dan dimintai pertolongan suatu saat tertentu. Akhirnya, dia akan putus asa, menyerah, dsb. Bagus kalau hal itu menjadi pendidikan buat dia supaya sadar dan mulai mandiri. Alangkah lebih baik kalau hal ini dilakukan sejak awal.</p>
<p><span style="color: #000099;">3. Gampang ditipu atau dibohongi orang lain</span></p>
<p>Pertama kali seseorang minta pertolongan pada orang lain, mungkin orang yang dimintai pertolongan akan memberikan pertolongan. Namun semakin sering dia minta pertolongan, lama2 kalau orang yang dimintai pertolongan tidak ikhlas karena Allah SWT, akan menyebabkan orang tsb menjadi sebel.</p>
<p>Bahkan bisa jadi akan memanfaatkan orang yang minta pertolongan tersebut.<br />
Bayangkan kalau di kelas ketika ujian, ada mahasiswa berfikir, &#8220;<span style="font-style: italic;">kalau saya memberi tahu jawaban ke dia, berarti dia nilainya akan sama dengan saya! Kalau saya kasih dia jawaban yang salah, maka nilai saya tidak akan disaingi oleh dia&#8230; huahahahaaaaa&#8230;&#8230;!!!</span>&#8220;.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Lalu bagaimana solusinya supaya kebiasaan curang (mencontek) bisa berkurang, mudah2an bisa hilang? Mudah2an hal2 berikut bermanfaat:</span><br />
<span style="color: #000099;"><br />
1. Belajar sungguh2 (ikhtiar semampunya dan semaksimal mungkin)</span></p>
<p>Belajar harus dilakukan, tidak boleh tidak. Semakin seing belajar, semakin banyak yang nempel di otak.<br />
Sebagaimana pisau, semakin diasah akan semakin tajam.<br />
Akan lebih menancap lagi kalau kita mencoba menyampaikan (bagi ilmu alias mengajari) ilmu ke kawan yang lain. Dalam arti bukan menggurui, tapi berbagi ilmu pengetahuan.</p>
<p>Kalau ada yang tidak ngerti, buka buku referensi, kemudian tanya pada ahlinya (guru/pengajar) atau kawan lain yang lebih ngerti.</p>
<p><span style="color: #000099;">2. Tawakal kepada Allah SWT</span></p>
<p>Nafikan (hilangkan) kemampuan atau kekuatan diri sendiri / orang lain, yakin hanya kepada Allah SWT yang maha berkehendak.<br />
Setelah kita berikhtiar, serahkan segala sesuatunya pada Allah SWT.<br />
Ikhtiar yang baik adalah ikhtiar yang tidak melalaikan kita dari melaksanakan perintah Allah SWT.</p>
<p>Misal, saking semangat belajar jadi kelewat sholatnya, itu kurang baik.</p>
<p><span style="color: #000099;">3. Syukur kalau mendapat nilai baik dan sabar kalau mendapat nilai yang tidak diharapkan.</span></p>
<p>Dapat nilai berapapun, itu adalah ujian dari Allah SWT.<br />
Apakah kita bersyukur ketika mendapat nikmat, misal nilai yang baik.<br />
Apakah kita bersabar ketika mendapat musibah, misal nilai yang tidak memuaskan.</p>
<p>Syukur dan sabar adalah sifat orang2 sholih terdahulu yang patut kita tiru. Sebagaimana sifat harap dan takut dalam beramal sholih.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-50" title="no-cheating-480gif" src="http://galih.eu/wp-content/uploads/2009/02/no-cheating-480gif1.png" alt="no-cheating-480gif" width="80" height="80" /></p>
<p><span style="color: #ffffff;">-</span></p>
<p><span class="fullpost"><span style="font-weight: bold; color: #ff0000;"> So, keep go on your study! and stop cheating! OK.</span></span></p>
<p><span style="color: #ffffff;">-</span></p>
<p><span class="fullpost">-</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Tulisan disusun ulang berdasarkan:</span></p>
<p><a href="http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/ciri-khas-orang-mencontek.html" target="_blank">http://galih-hermawan.blogspot.com/2008/01/ciri-khas-orang-mencontek.html</a></p></blockquote>
<img src="http://galih.eu/?ak_action=api_record_view&id=74&type=feed" alt="" />
	<h4>Related posts</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/24/laki-laki-idola/" title="Laki-laki Idola (24 February 09)">Laki-laki Idola</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik1/" title="Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik(1) (9 February 09)">Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik(1)</a> (0)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/09/belajar-sebagai-mahasiswamurid-yang-baik-2/" title="Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik (2) (9 February 09)">Belajar sebagai mahasiswa/murid yang baik (2)</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/21/sebab-talim-si-anak-tidak-lagi-suka-menonton-tv/" title="Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV (21 February 09)">Sebab Ta&#8217;lim, Si Anak Tidak Lagi Suka Menonton TV</a> (2)</li>
	<li><a href="http://galih.eu/2009/02/26/saudara-muslim-australia-bercerita/" title="Saudara muslim Australia bercerita (26 February 09)">Saudara muslim Australia bercerita</a> (2)</li>
</ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galih.eu/2009/02/20/ciri-khas-orang-mencontek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

